Mengapa Dedaunan itu Berubah Warna

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijpun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh) (QS: Al-An’am 5:59)


Sering kita melihat daun daun berguguran, sering kita melihat daun daun mulai menguning dan pada akhirnya jatuh. Namun sangat jarang kita memikirkan kejadian sehari-hari yang sebenarnya tidak sederhana, atau bahkan terlampau rumit untuk difahami. Seperti pada daun, mengapa daun berwarna hijau, mengapa ada daun yang berwarna kuning dan bahkan ada yang berwarna merah. Pada proses daun jatuh, awalnya daun berwarna hijau kemudian menguning dan selanjutnya menjadi coklat, dan pada akhirnya jatuh ke tanah.

Senyawa kimia pada daun yang berwarna hijau dikenal dengan klorofil. Fungsi dari klorofil ini adalah menangkap sinar matahari, lebih tepatnya menangkap sebagian sinar matahari untuk selanjutnya digunakan sebagai inisiator pada proses pembentukan gula-gula atau karbohidrat yang lebih kita kenal sebagai proses fotosintesis. Sebenarnya tidak hanya karbohidrat, tetapi juga ada selulosa dan lignin. Selain klorofil yang memberikan warna hijau, juga terdapt xantofil sebagai pigmen warna kuning dan karoteniod sebagai pemberi warna kuning, jingga dan merahSeperti halnya klorofil, xantofil dan karotenoid juga berperan dalam proses fotosintesis, namun tidak sebesar peran klorofil.

Pada musim gugur yang terdapat di negara-negara sub tropis, dedaunan mengalami transformasi warna dari hijau menjadi kekuningan dan merah. Pada akhirnya dedaunan tersebut berwarna coklat sebagai warna kematian bagi daun tersebut. Mengapa dedaunan itu berubah warna? jawaban secara sederhana adalah sebagai berikut, peralihan dari musim panas ke musim gugur juga berarti perubahan iklim. Perubahan temperatur dan perubahan distribusi spektrum cahaya matahari menyebabkan klorofil berada pada kondisi yang tidak optimal, klorofil tidak bekerja secara maksimal, sehingga tumbuhan beradaptasi dengan memunculkan pigmen warna lain yang lebih efisien dalam iklim tersebut. Dalam hal ini, xantofil dan karotenoid bekerja sebagai pengkonversi sinar matahari setelah sebagian besar klorofil hilang. Maka jadilah dedaunan tersebut berwarna kuning atau merah.

Keadaan cuaca semakin dingin, hal ini berarti kelambaban semakin berkurang, udara semakin kering. Guna mengurangi penguapan air, maka pepohonan menggugurkan daunnya. Bagaimana proses pengguguran daun tersebut? Saat ini saya belum mengetahui secara jelas, namun jika saya sudah menemukan jawabannya, akan saya segera posting di sini. Saya menduga, sebagai akibat menguapnya air dari daun, keseimbangan sistem daun menjadi rusak. Klorofil dan pigmen warna lain yang sangat tidak stabil mengalami oksidasi dengan segera yang ditandai dengan munculnya warna coklat. Warna coklat atau gelap yang muncul, merupakan akibat dari rusaknya zat warna akibat proses oksidasi tersebut. Oksidasi zat warna menghasilkan beragam senyawa-senyawa lain yang lebih kecil yang tentunya memancarkan gelombang cahaya yang berbeda, perpaduan perbedaan ini menimbulkan warna coklat. Setelah teroksidasi sempurna, daun pun terlepas, gugur dari tangkai dan jatuh ketanah. Wallahualam bisshowab.



2 komentar: