Superkonduktor Nb3Sn

Nb3Sn merupakan senyawa intermetalik yang mempunyai sifat superkonduktor. Pada penggolongan superkonduktor, Nb3Sn masuk pada tipe II yang mempunyai struktur kristal A15. Nb3Sn lebih mahal daripada NbTi yang sama-sama merupakan superkonduktor, namun intensitas medan magnetik Nb3Sn lebih tinggi hingga mencapai 30 T. NbTi hanya sampai 15 T. Temperatur kritis Nb3Sn adalah 18,3 K sehingga dibutuhkan helium cair yang memiliki titik didih 4,2 K untuk mendinginkannya.

Superkonduktor Nb3Sn telah mendapatkan pangsa pasar yang besar pada bidang medan magnet tinggi seperti digunakan sebagai magnet superkonduktor untuk NMR, akselerator partikel dan plasma confinement pada aplikasi fusi. Kepadatan arus kritis yang tinggi dan medan kritis atas yang tinggi sangat penting untuk aplikasi ini. Untuk memaksimalkan sifat-sifar ini, baik kontrol struktur mikro maupun kontrol stoikiometri sangatlah diperlukan.

Secara mekanis, Nb3Sn sangat rapuh sehingga tidak dapat dengan mudah ditarik menjadi kawat. Untuk mengatasi hal ini, produsen kawat biasanya melakukan penarikan pada prekursornya yang bersifat lebih ulet. Saat ini ada tiga cara utama untuk membuat kabel Nb3Sn, yaitu metode timah internal (internal tin), serbuk dalam tabung (powder in tube = PIT) dan proses perunggu.

2 komentar:

  1. Keduanya kasih tergolong low-temperature superconductor, titik kritisnya di bawah titik didih N2 cair (77 K)
    Umumnya superkonduktor high-temperature (>77 K) berwujud keramik, turunan oksida tembaga.
    Bagaimana klo di post-kan juga yang ceramic superconductor?

    BalasHapus
  2. Benar sekali, baik Nb3Sn maupun NbTi merupakan low temperature superconductor. Terima kash sarannya. Saya akan berusaha buat tulisan mengenai ceramic superconductor.

    BalasHapus